4 Momok Menakutkan Seputar Kuliah

Menjadi mahasiswa adalah impian bagi banyak anak yang akan lulus dari bangku SMA. Menjadi mahasiswa bagi sebagian remaja SMA dianggap sebagai masa-masa yang akan menyenangkan, dimana mereka bisa melakukan berbagai macam hal secara bebas tanpa ada tata tertib yang kaku seperti ketika masih di SMA. Mereka dapat memanjangkan rambut tanpa ditegur oleh guru, dapat memakai pakaian bebas ke kampus, dapat memakai sepatu dengan warna macam-macam tanpa disita oleh guru, tidak harus memakai seragam setiap hari dan tidak harus berada di dalam gedung dari pagi sampai siang hari. Selain itu, menjadi mahasiswa dianggap enak karena tidak harus mengikuti upacara setiap hari senin, dimana seringkali ketika upacara guru melakukan banyak razia seperti razia rambut, razia seragam, razia sepatu, razia kelengkapan atribut, dan razia-razia lainnya.

Namun, bagi remaja-remaja yang sudah merasakan bangku kuliah atau sedang merasakan bangku kuliah yaitu menjadi mahasiswa dan mahasiswi, keinginan untuk bisa kembali menjadi anak SMA terkadang muncul di pikiran mereka. Pikiran untuk ingin menjadi anak SMA lain dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yang biasanya merupakan hal yang menjadi momok menakutkan dari kuliah di universitas. 

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa hal yang menjadi momok bagi mahasiswa dan mahasiswa yang menjadikan para mahasiswa ingin kembali mengulang masa SMA.

1. Menulis Laporan 

Laporan biasanya dikerjakan ketika sudah melakukan suatu penelitian. Hal ini biasa dialami oleh mahasiswa-mahasiswa yang kuliah di bidang MIPA atau eksak. Namun, bagi mahasiswa sosial bukan berarti tidak ada laporan sama sekali. Mahasiswa sosial juga memiliki laporan yang biasa disebut dengan makalah atau laporan. Mahasiswa ilmu sosial juga melakukan penelitian dan diharuskan untuk melaporkannya pada dosen. Terkadang laporan ini selain sulit, juga harus dikumpulkan dalam waktu yang secepat mungkin. Laporan juga bukan sekedar satu dua lembar saja, tetapi dapat mencapai berlembar-lembar karena banyak teori yang harus dimasukkan ke dalam laopran atau makalah tersebut.

2. Dosen killer

Bukan hanya guru SMA saja yang galak, tetapi dosen di universitas juga banyak yang galak. Dosen-dosen ini biasanya menjadi bahan pembicaraan mahasiswa karena cuek terhadap mahasiswa dan suka marah-marah ketika mahasiswa terlambat atau salah dalam mengerjakan suatu tugas. Biasanya keberadaan dosen galak ini ditakuti oleh mahasiswa tingkat akhir yang sedang skripsi dan sidang dengan diuji oleh dosen galak tersebut.

3. Revisi

Sudah lelah-lelah mengerjakan skripsi, tapi skripsi dicoret-coret oleh dosen. Hal ini yang sering membuat mahasiswa menjadi stress karena skripsinya tak kunjung selesai. Apalagi bagi mahasiswa yang sudah di ambang DO, hal ini membuat mereka stress karena takut tidak lulus tepat waktu.

4. Sidang skripsi

Setelah skripsi selesai dikerjakan dan selesai direvisi, mahasiswa harus menjalani salah satu proses terakhir sebelum lulus yaitu sidang skripsi. Sidang skripsi menjadi momok bagi mahasiswa karena di sidang inilah mental mahasiswa akan benar-benar diuji di hadapan dosen pembimbing dan penguji. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesan Cold Pressed Di Lemonilo.com Segera

Bantuan Untuk Warga Somalia Yang Dilanda Kelaparan

Wakaf Pangan Untuk Mengatasi Krisis Kelaparan